|
MZ Novel
MZ Novel
Catatan Si Ali Mandakira
*Chapter 7
Sang kapten tim Tono
Bintara bersiap melakukan corner kick, satu-dua-tiga-empat bahkan lima pemain
Real Mollucas berada dikotak pinalti…
Sudah
dilakukan.. namun sayang Lukman Hakim yang berada di tiang jauh gawang Phoenix
gagal mengarahkan bola yang akhirnya melambung tinggi keluar lapangan…
Pertandingan
berjalan cukup ketat, Real Mollucas menguasai jalannya pertandingan sambil
sesekali Phoenix melakukan serangan balik…
Setelah
percobaan sang ‘otak tim Tono Bintara diawal pertandingan berhasil mengejutkan
lawan dengan drible dan tendangan jarak jauhnya.. kapten tim Phoenix, Lukas Budiman
langsung berinisiatif me marking nya.. hal ini pun membuat Tono Bintara
kesulitan untuk melepaskan diri & mengatur ritme permainan Real Mollucas…
Marking ketat
Lukas Budiman terhadap Tono Bintara
Sadar tak bisa
hanya bertumpu pada satu pemain, akhirnya sang gelandang bertahan Farhat Aban mencoba
mengalirkan serangan melalui sayap lincah Ari Bogel disisi kiri.. Ari Bogel pun
dengan kelincahannya kembali melakukan penetrasi kedalam kotak pinalti.. namun
kembali, “Lucky” salah 1 dari 4 anak panah Phoenix yang punya speed luar biasa itupun
berhasil mematikan pergerakannya...
Seolah kehabisan
akal, Farhat Aban mencoba memberikan bola langsung kepada sang striker tunggal
Mario Lubis.. namun sudah barang tentu ini adalah pekerjaan mudah bagi para bek
Phoenix yang terkenal sangat disiplin menjaga daerahnya…
Pertandingan
berjalan kurang menarik, bola hanya mengalir di lini belakang hingga tengah
Real Mollucas…
Tiba dimenit ke
32 melalui serangan balik cepat, Lukas Budiman melepaskan umpan jauh kejantung
pertahanan Real Mollucas.. aerial passing nya pun sangat terukur hingga bola
berhasil dikontrol dengan sempurna oleh Martin gelandang serang Phoenix.
Dengan satu
sentuhan kontrol, Martin langsung memberikan umpan terobosan kepada striker
tunggal Phoenix “Henry Panggabean” yang sudah berdiri bebas dan terlepas dari
jebakan offside.. Henry berlari menuju gawang Real Mollucas, merasa bertanggung
jawab karena sudah gagal melakukan jebakan offside Lukman Hakim langsung
berlari sekencang mungkin untuk merebut bola…
Lukman Hakim
berhasil menyamai laju lari dari Henry, dengan insting defender nya Lukman
Hakim melakukan tackling yang sebenarnya tepat mengenai bola.. namun dengan
kecerdikaan nya, Henry Panggabean yang seakan sudah terbiasa mengalami situasi
ini melakukan diving…
Wasit yang
posisi nya kurang ideal karena membelakangi pemain saat kejadian tersebut pun
menunjuk pelanggaran yang dilakukan oleh Real Mollucas tepat didepan garis
kotak pinalti…
Para pemain Real
Mollucas protes terhadap keputusan wasit, terutama Lukman Hakim yang melakukan
protes sangat keras karena ia merasa tidak bersalah.. Lukman Hakim diberi
hadiah kartu kuning oleh wasit karena protesnya yang langsung disambut dengan
kedatangan kapten tim Tono Bintara untuk menenangkan teman-temanya…
Bola sudah diletakkan
di pojok kiri kotak pinalti dan siap untuk di eksekusi…
Seperti biasa,
free kick akan diambil oleh Lukas Budiman sang kapten tim Phoenix.. 6 pemain
Real Molucas pun seolah dalam posisi yang sangat penting karena harus membuat
pagar betis yang diatur oleh kiper Muhammad Fahmi…
“Kiri-kiri,
aduh.. kanan sedikit” teriak Fahmi mengatur pagar betis…
Bola sudah
ditendang…
Dan GOLLL !!!
tendangan kaki kiri yang luar biasa dari Lukas Budiman…
Bola itu pun
meluncur deras kepojok kiri gawang Muhammad Fahmi yang sekilas seperti
tendangan bebas para pemain top eropa…
 Tendangan bebas
Lukas Budiman yang mengahasilkan Gol
Permainan kembali
berjalan, para pemain Real Mollucas semakin dibuat frustasi oleh pertahanan
rapat Phoenix…
Sang kapten tim
Tono Bintara berpikir keras untuk bisa memecahkan situasi ini.. namun nihil
semua gerakan Ari Bogel, Yusuf & Mario Lubis terkunci mati.. dia
membutuhkan seseorang yang bisa mendobrak dan menghancurkan sistem defend ini,
dia butuh seseorang yang punya gerakan acak dan tidak terdeteksi.. seseorang
yang bermain dengan insting…
Dan dia teringat
pada sosok Ali Mandakira...
Dia menoleh dan
meminta kepada manager Madmac untuk memasukkan Ali, namun manager Madmac hanya geleng-geleng
kepala dengan sedikit senyuman karena tidak menyetujuinya…
Ali Mandakira
merasa sangat ingin bermain dan membongkar pertahanan 4 anak panah Phoenix yang
sedari tadi ia perhatikan di bench…
“Andai saja aku
dimainkan…” gumam Ali dalam hati…
Tono Bintara teringat
akan kekalahan musim kemarin di turnamen, akhirnya dia berpikir kami tidak boleh
mengandalkan salah seorang pemain, baik itu Ali atau siapapun.. jika ingin bangkit
kami harus berusaha semaksimal mungkin dengan kolektivitas tim.. hal ini juga
yang terpikir di benak Ari Bogel, Mario Lubis, dan seluruh anggota tim…
Di masa injury
time akhirnya Tono Bintara berhasil melepaskan terobosan cantik ke arah Ari Bogel
yang tanpa mengkontrol bola langsung mengirim umpan silang ke tengah kotak
pinalti.. bola di sambut Mario Lubis yang kali ini sukses lepas dari penjagaan dan
melakukan heading…
Mario Lubis
berhasil menyambut umpan tersebut namun sayang bola masih meyamping tipis, goal
kick. Dan peluit akhir babak pertama berbunyi...
Apakah real mollucas berhasil membalikkan keadaan
???
Bagaimanakah strategi manager Madmac untuk
menghancurkan sistem pertahanan 4 anak panah Phoenix ???
Dan apakah Ali Mandakira akan diturunkan pada pertandingan
ini,???
***To Be
Continued On Next Edition***
|