Pertandingan berjalan dengan luar
biasa, terjadi adu serangan silih berganti…
Kubu Ali Mandakira selalu
menyerang melalui sisi sayap yang dimotori oleh winger lincah Ari Bogel.
Sedangkan permainan cantik dengan umpan-umpan terobosan yang tajam dan akurat
dari tim Tono pun membuat pertandingan latihan itu seolah - olah final liga
champions bagi segelintir penonton yang melihatnya.
Antusias dan semangat kedua tim
untuk menang benar - benar berada pada titik maximal, 2 gol dari Mario Lubis di
babak pertama membuat kedudukan 2-0 untuk Tim A bertahan hingga jeda. Tono
Bintara playmaker andalan Tim A memperlebar jarak menjadi 3-0 lewat tendangan
keras dari luar kotak pinalti pada menit 60.
Namun Ali Mandakira benar-benar
membuktikan kapasitasnya, hattricknya di 15 menit akhir pertandingan membuat
Tim B menyamakan kedudukan menjadi 3-3Ketiga gol yang diciptakan oleh Ali Mandadakira adalah hasil kreasi
winger lincahnya Ari Bogel.
Umpanya benar-benar memanjakan Ali,
beberapa kali bek lawan kebingungan saat Ali tiba - tiba hilang dari kawalannya
dan sudah berada pada titik jatuh bola. seolah- olah dia tahu kemana bola akan
bergulir, dengan ketenangan yang luar biasa bagaikan singa yang melihat mangsa,
tanpa ampun Ali Mandakira yang menerima umpan lambung dari Ari Bogel pun
menkonversikannya menjadi gol, bahkan gol terakhirnya yang membuat skor imbang
3 - 3 benar- benar memperlihatkan betapa besar bakatnya, dan satu tempat di tim
inti Akademi Ajax bukanlah sebuah kebetulan belaka.
Gol itu berawal dari penetrasi Ari Bogel di sisi kiri lapangan, sesaat setelah
melewati Ridwan, fullback Tim A, Ari mengakhiri driblenya dengan sebuah
crossing tajam.
Di kotak penalti Lukman yang bertugas menjaga Ali
menempelnya dengan ketat, dia tidak mau kejadian gol ke 2 saat dia tiba-tiba
kehilangan posisi Ali terulang lagi.
Croosing dari Ari lolos dengan
cepat menuju tengah kotak penalty "whuusss..." suara deru bola yang
berputar dengan cepat… seketika Ali berlarimasuk ke dalam kotak penalti hendak memotong arah bola…
Kecepatanya berhasil meninggalkan Lukman yang mengawalnya…
dengan cepat dia mencoba menjinakkan bola, diterimanya bola crossing itu dengan
kontrol dada , tapi kekuatan crossing Ari lebih hebat dari dugaan Ali Mandakira.
"Luar biasa, bahkan kekuatan crossing si Ari Bogel
mirip dengan Van Mirten" gumam ali sesaat setelah dia memotong bola
crossing, dia teringat teman 1 teamnya di Ajax.
Bola itu memantul dan melayang sebatas kepala Ali, kali ini
Lukman berhasil mengejar Ali dan telah siaga.... Dengan sigap dia menutup jalur
tembakan Ali ke gawang
Kontrol bola yang tidak sesuai dugaan ali, karna kekuatan crossing dari
Ari, membuat bola memantul tinggi sebatas kepala Ali
Tapi dengan nalurinya Ali langsung mengangkat kakinya untuk menendang bola yg
melayang itu, sambil melayang dia menendang dengan kaki kanannnya. Ternyata timing
bola tidak pas dengan kaki kanan nya, sepersekian detik berikutnya masih diudara
dengan spontan dia turunkan kaki kanannya dan menendang dengan kaki kirinya
sekuat tenaga…
Dalam hitungan sepersekian detik Ali menurunkan kaki kanannya dan
dengan cepat mengangkat kaki kirinya… daaaannn… “Dhaaaaasssss…..”
Bola melayang deras ke arah pojok gawang. Roby kiper Tim A tidak sempat bereaksi dan Goollll
, sebuah bycicle kick yang bahkan jarang terjadi di pertandingan liga - liga
eropa tercipta di pertandingan latihan u21 Real Mollucas, sebuah pemandangan
yang luar biasa bagi semua pemain yang berada di lapangan itu.
Ari berlari kencang ke arah Ali Mandakira yang masih terduduk ditanah membersihkan
debu di tangan dan kakinya. Dirangkulnya tangan Ali dengan erat, teman-temannya dari belakang pun
menyusul bahkan Muhammad Fahmi yang merupakan kipper Tim B pun turut berlari
jauh dari gawangnya.
"Woooow, lu keren banget bro, ajarin gua ya nanti" ucap Ari Bogel dengan
penuh semangat.
" Gileee.... Gua sampe ga ngerti mo bilang apa, .... anjriiiit lu keren banget
man" si Fahmi sampai berlari jauh meninggalkan gawangnya ikut merayakan
gol Ali yang luar biasa.
Dan tidak lama setelah gol penyama kedudukan yang di buat Ali Mandakira dengan
proses yang luar biasa peluit panjang pun berbunyi…. Pertandingan uji coba tim
Tono melawan tim Ali berakhir imbang.
Sesaat kemudian, para pemain Real Mollucas yang telah selesai
melakukan pertandingan latihan semua berjalan menuju Ali Manadakira, terlebihlagi teman yang bermain satu tim di
pertandingan tersebut, mereka telah mengerubungi ali
"Kenalkan gua Muhammad Fahmi, kiper masa depan Real Mollucas" dengan
gaya humoris dan tingkat ke-PD-an kelas artis papan atas Fahmi menyambut Ali
sambil mengulurkan tangan ke teman baru di klubnya tersebut.
Dari samping Ali Manadkira sebuah tangan merangkulnya dengan kuat,
"Selamat datang kawan, kemampuan lu akan, menjadi tambahan yang luar biasa
untuk tim ini. dan dengan adanya lu di tim ini, gua yakin Real Mollucas bisa
membalas si Lukas di turnamen u21 musim ini,haha...haha..." kicau
seseorang di samping Ali, yang ternyata itu adalah sang kapten tim Tono
Bintara.
Masih membekas di ingatan si Tono, kekalahan Real Mollucas difinal turnamen u21
musim lalu atas Campur Sari yang di komandoi kapten tim mereka Lukas Budiman
yang juga merupakan palang pintu andalan Timnas Indonesia u21. kekalahan yang
menyebabkan mereka kehilangan piala yang hampir menghiasi lemari piala Real Mollucas.
Di tengah keramaian perkenalan dan keramahan para pemain u21
Real Mollucas, tanpa merekasadari sang
manager Madmac yang sedari tadi memperhatikan dari tribun melangkah masuk ke
lapangan dan mendekati mereka…
Dan dengan satu kali deheman keras semua langsung menoleh….
“Ehhhm….”
Manager Madmac langsung maju ke tengah – tengah mereka dan
menghampiri Ali Mandakira…
“Selamat datang di Real Mollucas Ali, bagaimana perasaan mu setelah
berlatih bersama mereka. dan bagaimana menurutmu kemampuan mereka, jauh
tertinggal kah dengan para pemain di akademi ajax?” sapa Madmac sambil
tersenyum.
“Saya sangat senang sekali pak, menyenangkan bermain dengan
mereka… Kemampuan teman – teman disini diluar perkiraan saya. Saya merasa
seperti bermain dengan teman – teman saya di belanda, kemampuan mereka tidak
beda jauh dengan teman – teman saya di ajax ” Balas Ali…
Ucapanya bukanlah basa – basi saja, dia telah melihat bakat
dan potensi teman – teman barunya melalui pertandingan latihan yang baru saja
selesai.
“Haha… kau terlalu memuji mereka Ali, bisa besar kepala
mereka bila kau samakan dengan para pemain di akademi ajax” gurau manager Madmac
yang langsung disambut sorakan “huuuu…” oleh para anak didiknya yang malah
membuat manager Madmac semakin kencang tertawanya.
“Oh ya…. Saya lupa menyampaikan pada kalian”
“minggu depan kita akan mengadakan uji coba untuk persiapan
Turnamen u21, dan lawan kita adalah musuh terbesar kita di wilayah ini…. “
Madmac menahan kata -katanya….
“dan kalian tentu sudah tahu siapa mereka…. ????” Tanya
Madmac pada anak didiknya
“U21 PHOENIX” teriak mereka berbarengan
“Yup…. Mari kita tunjukkan siapa penguasa kota kita…. Mereka
atau kita, Siaaapaaa????”
“TENTU SAJAAA……REAAALLL MOLLUCAAASSSS……” Teriak mereka semua
berbarengan sambil meloncat dengan antusias menanti pertandingan uji coba
mereka melawan tim U21 Phoenix, musuh bebuyutan mereka yang juga bermarkas 1
kota dengan mereka….