MZ Novel

MZ Novel

Catatan Si Ali Mandakira

*Chapter 4

Pertandingan berjalan dengan luar biasa, terjadi adu serangan silih berganti…

Kubu Ali Mandakira selalu menyerang melalui sisi sayap yang dimotori oleh winger lincah Ari Bogel. Sedangkan permainan cantik dengan umpan-umpan terobosan yang tajam dan akurat dari tim Tono pun membuat pertandingan latihan itu seolah - olah final liga champions bagi segelintir penonton yang melihatnya.

Antusias dan semangat kedua tim untuk menang benar - benar berada pada titik maximal, 2 gol dari Mario Lubis di babak pertama membuat kedudukan 2-0 untuk Tim A bertahan hingga jeda. Tono Bintara playmaker andalan Tim A memperlebar jarak menjadi 3-0 lewat tendangan keras dari luar kotak pinalti pada menit 60.

Namun Ali Mandakira benar-benar membuktikan kapasitasnya, hattricknya di 15 menit akhir pertandingan membuat Tim B menyamakan kedudukan menjadi 3-3 Ketiga gol yang diciptakan oleh Ali Mandadakira adalah hasil kreasi winger lincahnya Ari Bogel.

Umpanya benar-benar memanjakan Ali, beberapa kali bek lawan kebingungan saat Ali tiba - tiba hilang dari kawalannya dan sudah berada pada titik jatuh bola. seolah- olah dia tahu kemana bola akan bergulir, dengan ketenangan yang luar biasa bagaikan singa yang melihat mangsa, tanpa ampun Ali Mandakira yang menerima umpan lambung dari Ari Bogel pun menkonversikannya menjadi gol, bahkan gol terakhirnya yang membuat skor imbang 3 - 3 benar- benar memperlihatkan betapa besar bakatnya, dan satu tempat di tim inti Akademi Ajax bukanlah sebuah kebetulan belaka.


Gol itu berawal dari penetrasi Ari Bogel di sisi kiri lapangan, sesaat setelah melewati Ridwan, fullback Tim A, Ari mengakhiri driblenya dengan sebuah crossing tajam.

Di kotak penalti Lukman yang bertugas menjaga Ali menempelnya dengan ketat, dia tidak mau kejadian gol ke 2 saat dia tiba-tiba kehilangan posisi Ali terulang lagi.

Croosing dari Ari lolos dengan cepat menuju tengah kotak penalty "whuusss..." suara deru bola yang berputar dengan cepat… seketika Ali berlari masuk ke dalam kotak penalti hendak memotong arah bola…

Kecepatanya berhasil meninggalkan Lukman yang mengawalnya… dengan cepat dia mencoba menjinakkan bola, diterimanya bola crossing itu dengan kontrol dada , tapi kekuatan crossing Ari lebih hebat dari dugaan Ali Mandakira.

"Luar biasa, bahkan kekuatan crossing si Ari Bogel mirip dengan Van Mirten" gumam ali sesaat setelah dia memotong bola crossing, dia teringat teman 1 teamnya di Ajax.

Bola itu memantul dan melayang sebatas kepala Ali, kali ini Lukman berhasil mengejar Ali dan telah siaga.... Dengan sigap dia menutup jalur tembakan Ali ke gawang

MZN1

Kontrol bola yang tidak sesuai dugaan ali, karna kekuatan crossing dari Ari, membuat bola memantul tinggi sebatas kepala Ali


Tapi dengan nalurinya Ali langsung mengangkat kakinya untuk menendang bola yg melayang itu, sambil melayang dia menendang dengan kaki kanannnya. Ternyata timing bola tidak pas dengan kaki kanan nya, sepersekian detik berikutnya masih diudara dengan spontan dia turunkan kaki kanannya dan menendang dengan kaki kirinya sekuat tenaga…

MZN2

Dalam hitungan sepersekian detik Ali menurunkan kaki kanannya dan dengan cepat mengangkat kaki kirinya… daaaannn… “Dhaaaaasssss…..”


Bola melayang deras ke arah pojok gawang. Roby kiper Tim A tidak sempat bereaksi dan Goollll , sebuah bycicle kick yang bahkan jarang terjadi di pertandingan liga - liga eropa tercipta di pertandingan latihan u21 Real Mollucas, sebuah pemandangan yang luar biasa bagi semua pemain yang berada di lapangan itu.

Ari berlari kencang ke arah Ali Mandakira yang masih terduduk ditanah membersihkan debu di tangan dan kakinya. Dirangkulnya tangan Ali dengan erat, teman-temannya dari belakang pun menyusul bahkan Muhammad Fahmi yang merupakan kipper Tim B pun turut berlari jauh dari gawangnya.

"Woooow, lu keren banget bro, ajarin gua ya nanti" ucap Ari Bogel dengan penuh semangat.


" Gileee.... Gua sampe ga ngerti mo bilang apa, .... anjriiiit lu keren banget man" si Fahmi sampai berlari jauh meninggalkan gawangnya ikut merayakan gol Ali yang luar biasa.


Dan tidak lama setelah gol penyama kedudukan yang di buat Ali Mandakira dengan proses yang luar biasa peluit panjang pun berbunyi…. Pertandingan uji coba tim Tono melawan tim Ali berakhir imbang.

Sesaat kemudian, para pemain Real Mollucas yang telah selesai melakukan pertandingan latihan semua berjalan menuju Ali Manadakira, terlebih lagi teman yang bermain satu tim di pertandingan tersebut, mereka telah mengerubungi ali

"Kenalkan gua Muhammad Fahmi, kiper masa depan Real Mollucas" dengan gaya humoris dan tingkat ke-PD-an kelas artis papan atas Fahmi menyambut Ali sambil mengulurkan tangan ke teman baru di klubnya tersebut.

Dari samping Ali Manadkira sebuah tangan merangkulnya dengan kuat, "Selamat datang kawan, kemampuan lu akan, menjadi tambahan yang luar biasa untuk tim ini. dan dengan adanya lu di tim ini, gua yakin Real Mollucas bisa membalas si Lukas di turnamen u21 musim ini,haha...haha..." kicau seseorang di samping Ali, yang ternyata itu adalah sang kapten tim Tono Bintara.

Masih membekas di ingatan si Tono, kekalahan Real Mollucas difinal turnamen u21 musim lalu atas Campur Sari yang di komandoi kapten tim mereka Lukas Budiman yang juga merupakan palang pintu andalan Timnas Indonesia u21. kekalahan yang menyebabkan mereka kehilangan piala yang hampir menghiasi lemari piala Real Mollucas.

Di tengah keramaian perkenalan dan keramahan para pemain u21 Real Mollucas, tanpa mereka sadari sang manager Madmac yang sedari tadi memperhatikan dari tribun melangkah masuk ke lapangan dan mendekati mereka…

Dan dengan satu kali deheman keras semua langsung menoleh…. “Ehhhm….”

Manager Madmac langsung maju ke tengah – tengah mereka dan menghampiri Ali Mandakira…

“Selamat datang di Real Mollucas Ali, bagaimana perasaan mu setelah berlatih bersama mereka. dan bagaimana menurutmu kemampuan mereka, jauh tertinggal kah dengan para pemain di akademi ajax?” sapa Madmac sambil tersenyum.

“Saya sangat senang sekali pak, menyenangkan bermain dengan mereka… Kemampuan teman – teman disini diluar perkiraan saya. Saya merasa seperti bermain dengan teman – teman saya di belanda, kemampuan mereka tidak beda jauh dengan teman – teman saya di ajax ” Balas Ali…

Ucapanya bukanlah basa – basi saja, dia telah melihat bakat dan potensi teman – teman barunya melalui pertandingan latihan yang baru saja selesai.

“Haha… kau terlalu memuji mereka Ali, bisa besar kepala mereka bila kau samakan dengan para pemain di akademi ajax” gurau manager Madmac yang langsung disambut sorakan “huuuu…” oleh para anak didiknya yang malah membuat manager Madmac semakin kencang tertawanya.

“Oh ya…. Saya lupa menyampaikan pada kalian”

“minggu depan kita akan mengadakan uji coba untuk persiapan Turnamen u21, dan lawan kita adalah musuh terbesar kita di wilayah ini…. “

Madmac menahan kata - katanya….

“dan kalian tentu sudah tahu siapa mereka…. ????” Tanya Madmac pada anak didiknya

“U21 PHOENIX” teriak mereka berbarengan

“Yup…. Mari kita tunjukkan siapa penguasa kota kita…. Mereka atau kita, Siaaapaaa????”

“TENTU SAJAAA……REAAALLL MOLLUCAAASSSS……” Teriak mereka semua berbarengan sambil meloncat dengan antusias menanti pertandingan uji coba mereka melawan tim U21 Phoenix, musuh bebuyutan mereka yang juga bermarkas 1 kota dengan mereka….


MZN3

“TENTU SAJAAA……REAAALLL MOLLUCAAASSSS……”

Penulis : ingusterbang


***To Be Continued On Next Edition***

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10